iklan

Tuesday, November 12, 2013

nasi jajan madura

MONDAY, MARCH 5, 2012

Nasi Jajan Madura

Apa menu sarapan paling populer di Madura?
Jawabannya pastilah Nasi Jajan   (baca: Nase Jejen)




Kami tiba di Madura pagi. Tentu saja dalam kondisi belum sarapan pagi. Oleh Pamanku yang sering sekali ke Madura, Kami diajak ke sebuah warung mini di sebuah sudut kota Pamekasan. Warungnya meriah sekali, dindingnya dicat warna kuning menyala dan biru terang, lengkap dengan motif batik bunga-bunga. Konon katanya, disinilah Nasi Jejen paling enak se-Pamekasan berada. Sayangnya, aku lupa mencatat alamat warung itu.




Ketika kami menunggu Sang Ibu penjual nasi jejen melayani pesanan kami, beberapa orang pembeli berdatangan untuk mengantri. Rupanya warung ini laris sekali. Setiap orang minimalmembeli 2 bungkus nasi jejen. Lainnya bahkan bisa lebih dari 5 bungkus. Jadi semakin penasaran.. apa istimewanya Nasi Jejen ini ya?

Ternyata... Nasi Jejen sangat sederhana. Terdiri dari sekepal nasi putih yang pulen sekali, kemudian ada 2 iris daging sapi yang agak tipis dengan bumbu orange kecoklatan yang kental. Rasanya gurih dan asin. Kemudian ditambah dengan dendeng daging sapi yangSUPER TIPIS yang dipenuhi dengan parutan kelapa goreng (semacam serundeng) dengan aroma yang benar-benar mengundang selera!!!!

Thats it, itu saja. Sederhana sekali kan?
Tapi rasanya benar-benar menyenangkan!!!



Nasi Jejen bisa ditemui di banyak sudut kota-kota di Madura. Ada yang dijual di warung permanen, ada yang dijual di pinggir-pinggir jalan, bahkan ada pula yang dijual keliling oleh ibu-ibu madura dengan cara menyunggi (meletakkan barang jualannya di atas kepala).

Jadi... jika teman-teman berkunjung ke Madura, Jangan lupa untuk mencicipi "Rasa Yang Menyenangkan" dari Nasi Jejen.

Sunday, November 10, 2013

Mengenang Bukan Berarti Memulai Kembali 2

Sesampainya di kost, (kost?iya kost, rista adalah mahasiswa yang asalnya dari daerah, oleh karena itu dia kost didaerah dekat kampusnya) dia langsung mengirim pesan singkat, yang isinya tentang keberadaannya, yang sudah diluar kost. Tak lama ada balasan pesan singkat dari rista, isinya menjelaskan bahwa rista sedang turun ke bawah, dan dia di suruh untuk menunggu didalam, kost rista terletak di pinggir jalanan yang ramai dekat kampus, letaknya sangat strategis karena banyak orang berjualan di samping kanan,kiri, dan depannya. Sebelah kanannya adalah counter handphone, yang berjualan pulsa dan aksesoris handphone, jelas sangat ramai karena kebutuhan mahasiswa, sebelah kirinya counter berjualan parfum dan alat-alat kecantikan, sangat cocok karena berdekatan dengan kost cewek yang nyatanya butuh mempercantik diri, sebelahnya lagi ada apotik, toko roti, minimarket yang merk dagangnya menjamur itu, didepan ada warung, rental pengetikan yang sangat penuh, banyak mahasiswa mengerjakan tugas disana. Sebelum dia keluar dari pintu kostnya, banyak cewek seliweran waktu dia datang, entah karena memang mereka cari makan, atau karena penasaran siapa yang datang untuk mengunjungi rista. Dan setelah menunggu sekitar 10 menit, rista keluar mendatangi dia, dia langsung berdiri dan mengatakan “kamu rista ya?”, setelah itu mereka memulai obrolan dengan membahas sms-sms yang dikirimkan selama ini, karena basah kuyup terkena hujan, dia terlihat kedinginan, dan rista pun menawari untuk ganti baju kering, tapi mana ada yang ukurannya pas dengan dia, badan dia 2x lebih besar daripada rista. Dia sepertinya berhasil menarik perhatian si rista dengan joke-joke ringan dan membuat rista terbahak-bahak. Sampai dia berhenti cerita dan muncul dialog berikut :
Dia : ta, gnomon-ngomong kost mu ini lagi mati air ya?
Rista : kok bisa gitu?
Dia : iya, gpp Tanya aja
Rista : engggak juga, nyala terus kok
Dia : owh gt ya, tapi kok gak ada minuman ya
Rista : maksudnya apa sih, ya ada gallon didalam
Dia : yaaaa, itu mksdnya
Rista : owh kamu haus tho, mau  minum apa, sori ya aku gak mudeng, hehe
Dia : minum apa aja ta’, yang penting ngasihnya ikhlas

      Setelah itu rista bergegas ke toko sebelah yang jualan parfum, tapi juga jualan minuman ringan, dia ambil beberapa botol minuman berkarbonasi warna merah, yang dingin dan segar, sebenarnya udara sudah sangat dingin diluar akibat hujan berusan, tapi dinginnya minuman tersebut terasa sangat segar untuk membahasi kerongkongan yang kering. Tak terasa sudah 2 jam kita berbincang, tiba waktunya dia pamit untuk pulang. Dia pamit kepada rista untuk pulang sambil mengucapkan “nanti malam aku telpon ya”, “makasih dah mau ketemu dan ngobrol dengan aku”. Itulah awal pertemuan dan perkenalan langsung dia dengan rista.

Wednesday, October 30, 2013

Mengenang Bukan Berarti Memulai Kembali

Semuanya akan di ceritakan kembali, mulai awal kisah sampai akhirnya, dengan apa adanya. Selepas pulang kuliah, seperti biasa dia mampir di warung yang tak asing baginya. Warung itu berada di pojok lapangan, lapangannya lapangan sepak bola, dekat dengan jalan raya, kira-kira hanya dipisahkan saluran air selebar 2 meter, tanpa ada tembok yang mengelilinginya, hanya ada tebok di sebelah sisinya karena memang itu tembok sekolah. Warung itu dijulukinya “warung EXODUS”, kata EXODUS sendiri berasal dari coret-coretan yang ada di tembok sekolah yang menghadap lapangan itu. Entah siapa yang menulisnya, yang pasti kata EXODUS sangat keren waktu itu, dan belum ada yang memakainya, baiklah akhirnya kita juluki warung itu dengan nama dari coret-coretan tadi. Kita baru tahu belakangan bahwa EXODUS itu adalah nama band Metal di era 80-an.
Sejak kelas 2 SMA, kami selalu dan tidak pernah melewati satu hari pun di warung itu. Minimal ada waktu yang kami luangkan untuk mengunjunginya. Ibaratnya bagaimanapun nelayan berlayar pasti akan pulang juga, itulah kami di warung itu. Apapun aktifitas kami waktu itu, selalu ada waktu yang harus kami luangkan, untuk berada disana. Warungnya tidak terlalu istimewa, hanya sebuah gubuk kecil berukuran 4x4, yang di topang 4 Pilar di pojok-pojok dari Bambu, satu Rombong Jualan, satu meja makan panjang selebar 4 meter dibagian depan dan dua kursi panjang yang menagpitnya, dengan atap dari terpal yang tidak terlalu istimewa, bahkan dipasang seadanya, yang penting menutupi bagian atas warung. Meja dan kursi panjang yang didepan itu biasanya hanya untuk meja makan, kalau untuk bersantai, kami punya tempat yang sangat-sangat luas. Maklum, pada waktu itu lapangan hanya dipakai pertandingan sebulan sekali.
Ok, itu sepenggal cerita untuk tempat nongkorngnya, lebih detail nya akan dibahas di next cerita. Sekarang cerita memasuki babak-babak yang menentukan. Tunggu dan saksikan dengan baik-baik.
1.    PERTAMA BERKENALAN
Perkenalannya dengan Rista, dimulai saat teman kuliahnya mampir di EXODUS bersama ceweknya, iseng-iseng dia bertanya kepada cewek temannya tersebut, lalu temannya ingin mengenalkan dia kepada seseorang, rista namanya. Tapi dengan syarat dia harus mau di foto dan fotonya diberikan ke rista melalui cewek temennya tersebut. Dengan semangat dia mau di foto dan ternyata rista mau bertukar no handphone saat itu juga. Setelah lama ngobrol kesana kemari di sms, ada percakapan yang mungkin dia dan rista masih ingat.
Si dia : oiya ta’, ngomong2 kamu sekarang jomblo gak?
Rista : iya aq lagi jomblo, kalau kamu?
Si dia : aq juga wah berarti aq ada kesempatan nech,
Rista : Kesempatana apa?
Si dia : kesempatan deketin kamu, kalo gak ada kesempatan, dana umum juga boleh deh
Rista : Emang Maen Monopoli????
Itulah secuil percakapan yang terjadi di awal-awal PDKT dia. Memang gak Keren, tapi hal itu sangat lucu bagi Rista karena baru pertama kali mendengarnya. Rista sempat mengeluh bahwa dia sangat cuek karena sms nya jarang dibalas, atau jarang smsan, karena si dia lebih asyik megang stick PS waktu itu daripada megang hape, dia lebih asyik ngafalin cheat gitar hero, daripada mikirin mau ngajak ngedate kemana, sepak bola juga lebih asyik waktu itu bagi dia, daripada memulai sms-an dengan rista dengan pertanyaan standar “hai, kamu lagi apa?”. Tapi kadang-kadang dia sangat semangat sekali sms-an sampai rista bertanya-tanya siapakah yang sms, apa beda orang? Atau orang yang sama?.
Pertemuan pertama pun segera dijadwalkan oleh mereka berdua, waktu itu rista sedang dikos dan dia sedang kuliah sampai jam terakhir, atau selesai kuliah jam 6. Dengan sangat bersemangant, selepas kuliah dia langsung menuju parker sepeda motor, tempat nongkrong dikampus dia campakkan seakan tidak ada gunanya lagi, teman-teman yang ada meneriaki dia dengan segala macam lelucon. Tapi dia terus melaju dan tak merasakan sekitarnya, fokusnya sangat berlebih sampai cuaca yang mendung tak dihiraukannya. Secara tidak sadar, di perjalanan mulai turun hujan perlahan. Mungkin pikirannya waktu itu lagi bahagia, sampai tak dikenakannya jas hujan yang dipersiapkan di bawah jok motor.

bersambung...............